Kita, dalam keseharian memaklumkan xenoglosofilia dalam berbahasa. Kadang rancu, tapi tanpa malu, selalu diucapkan. Diam-diam tumbuh kebanggaan tersendiri dan memaklumkan, bahwa berbahasa dengan cara seperti itu, adalah cara menunjukkan citra diri akan keluasan wawasan, bacaan, tanpa memedulikan tataran bahasa kita; Bahasa Indonesia.
Sering kali kita jumpai istilah-istilah bahasa inggris yang dicampur bahasa Indonesia di sekitar kita. Tanpa kita sadari seakan istilah itu sudah menjadi kebiasaan. Misalnya: Online, email, bill, meeting dan masih banyak lainnya. Tidak salah menggunakan xenoglosofilia, namun gunakanlah satu bahasa pada satu kalimat secara utuh.
Ivan Lanin memberikan pesan: Utamakan bahasa Indonesia. Lestarikan bahasa daerah. Kuasai bahasa asing.